
TEBO— Kecewa menahun akhirnya berubah menjadi aksi nyata. Warga RT 09 Dusun Tunas Harapan, Desa Sungai Alai, Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo, bergotong royong melakukan pengecoran jalan dengan anggaran iuran swadaya masyarakat, tanpa sepeser pun bantuan dari pemerintah desa maupun daerah.
Ironisnya, pembangunan jalan ini juga dibantu oleh warga RT 05 yang turut menyisihkan iuran demi memperbaiki akses jalan yang selama ini rusak parah dan kerap memakan korban kecelakaan.
Warga mengaku, harapan kepada pemerintah sudah lama pupus. Berulang kali mereka menghadap dan menyampaikan aspirasi, termasuk langsung kepada Kepala Desa Sungai Alai. Namun hingga kini, tak pernah ada realisasi, bahkan sekadar perhatian pun dinilai minim.
“Sudah sering kami sampaikan, sudah berkali-kali kami menghadap. Tapi hasilnya nol. Makanya kami iuran sukarela, karena kalau menunggu pemerintah, entah sampai kapan,” ungkap salah satu warga dengan nada kecewa.
Jalan yang rusak tersebut disebut sering menyebabkan kecelakaan, terutama saat hujan. Kondisi berlubang dan licin menjadi ancaman nyata bagi pengguna jalan, termasuk anak-anak dan warga lanjut usia.
Gotong royong pengecoran jalan ini menjadi tamparan keras bagi pemerintah desa dan daerah, yang seharusnya hadir menjamin keselamatan dan akses dasar masyarakat. Ketika warga kecil harus patungan demi infrastruktur, pertanyaan besar pun muncul: ke mana peran pemerintah selama ini?
Meski dibangun dengan keterbatasan, warga berharap jalan yang mereka bangun dengan keringat dan uang sendiri ini bisa bermanfaat bagi siapa pun yang melintas, sekaligus membuka mata pihak-pihak berwenang agar tidak lagi menutup telinga terhadap jeritan masyarakat.



